Kawah Ijen, atau disebut juga gunung api biru, atau gunung api belerang, berada di ketinggian 2386 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terkenal dengan danau asam hijau zamrudnya yang besar.

Tapi Anda bertanya-tanya: Bagaimana melakukan perjalanan Kawah Ijen? Harus mulai dari mana? Bagaimana menuju ke Kawah Ijen? Kapan harus pergi kesana? Berapa biaya untuk melakukan perjalanan ke Kawah Ijen?

Bagaimana pendakiannya? apa saja tahapannya?

Penambang Ijen mengumpulkan belerang

Banyak pertanyaan tanpa jawaban!

Tujuan artikel ini adalah memberikan semua informasi yang Anda butuhkan untuk mendaki Kawah Ijen.

Kemudian, bagi anda yang tidak ingin mengalami kerumitan dan ingin mendelegasikan perjalanan anda kepada Go-Volcano, termasuk mengatur logistik dan perjalanan, Anda akan menemukan program dan semua harga yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Akhirnya, untuk yang penasaran, di akhir artikel kita akan berbicara tentang Kawah Ijen dan danau asamnya. Mengapa ada api biru? Kita akan membahas tentang porter belerang, serta letusan dan aktivitas Gunung Ijen.

Tapi sebelumnya, tonton dulu video Kawah Ijen berikut ini!


5 Hal yang Harus Anda Tahu Sebelum Pergi ke Kawah Ijen


Bagaimana cara pergi ke Kawah Ijen?

Kawah Ijen bisa diakses dari kota Banyuwangi maupun kota Bondowoso.

Akses yang paling mudah adalah melalui Kota Banyuwangi, kota paling timur di Pulau Jawa. Dari sini anda harus pergi menuju ke Desa Paltuding. Kondisi jalan menuju Desa Paltuding sudah baik jadi tidak terlalu memerlukan kendaraan berjenis jeep, namun karena kebiasaan, banyak orang yang naik ke paltuding dengan masih menggunakan jasa jeep.

Bagaimana cara untuk pergi ke Banyuwangi

Dengan Pesawat : Banyuwangi memiliki Bandara yang terletak di Blimbingsari, 1 jam perjalanan dari pusat kota Banyuwangi. Bandara ini mempunyai rute penerbangan langsung dari Surabaya dan Jakarta. Perjalanan dari Surabaya dengan pesawat akan memakan waktu sekitar 50 menit, sedangkan dari Jakarta membutuhkan sekitar 1 jam 40 menit. Baru-baru ini rute penerbangan internasional ke Kuala Lumpur dari bandara ini juga telah dibuka.

Dengan Kereta : Banyuwangi bisa dicapai dengan menggunakan kereta dari beberapa kota besar seperti Surabaya, Malang, dan Probolinggo.

Dengan Bus : Banyak bus yang melayani rute menuju ke Banyuwangi dari banyak kota di Jawa Timur. Bahkan ada juga bus dari Bali yang melayani rute menuju ke Banyuwangi.

Dengan Mobil : Menggunakan mobil pribadi/sewa adalah salah satu pilihan mudah yang banyak dipilih oleh wisatawan yang datang dari Surabaya, Malang, Bromo, Ijen, Bali, dan atau sebaliknya.

Dengan Kapal Ferry : Banyuwangi sangat mudah dicapai dari sisi barat Pulau Bali melalui pelabuhan Gilimanuk. Anda bisa menggunakan kapal ferry yang berangkat setiap 15 menit sekali dengan perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam.

Anda bisa membeli tiket langsung di pelabuhan Gilimanuk dengan tarif Rp.7.500/orang dan Rp 150.000/mobil kecil. Anda akan tiba di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Dari sini anda bisa menyewa Motor, Mobil Pribadi (dengan supir), atau menggunakan jeep untuk menuju ke Kawah Ijen.

Bagaimana cara untuk pergi ke Bondowoso?

Untuk saat ini, belum ada transportasi umum yang melayani rute Bondowoso menuju ke Kawah Ijen. Apabila anda memutuskan untuk memilih rute ini akan lebih mudah apabila anda menggunakan kendaran pribadi baik motor ataupun mobil.

Kapan waktu yang tepat untuk pergi ke Kawah Ijen?

Kawah Ijen dibuka untuk umum hampir sepanjang tahun. Kawah Ijen sangat ramai pengunjung sekitar bulan Juli sampai Agustus.

Berapa harga tiket masuknya?

Untuk wisatawan lokal harga tiket masuknya Rp. 5000/orang untuk hari kerja, dan Rp. 7.500/orang untuk akhir pekan dan hari libur. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara, tarifnya adalah Rp 100.000/orang untuk hari biasa, dan Rp. 150.000/orang untuk akhir pekan dan hari libur.

Dimana saya bisa tidur?

Banyuwangi menawarkan banyak akomodasi mulai dari kelas hostel, losmen, hingga hotel mewah.
Bondowoso dan desa-desa dekat Kawah Ijen memiliki lebih sedikit variasi tempat menginap.

Mendaki Kawah Ijen, dengan atau tanpa guide?

Sebenarnya penggunaan jasa guide tidak terlalu diperlukan disini karena jalannya yang lebar dan sangat mudah untuk diikuti. Anda akan memerlukan jasa guide ketika anda ingin turun untuk melihat api biru di dekat area penambangan belerang.

Kita telah membahas tentang persiapan sebelum pendakian ke kawah ijen. Sekarang saatnya kita bahas mengenai pendakiannya.


Pendakian Kawah Ijen


Kawah ijen dan Gunung Raung

Kawah Ijen adalah bagian dari komplek pegunungan vulkanik dengan diameter kaldera sebesar 20km. Kawah Ijen ini juga terkenal dengan area perkebunan kopi arabika.

Gunung Merapi (Jangan bingung dengan nama Gunung Merapi di Jawa Tengah atau Gunung Marapi di Sumatra Barat) merupakan puncak dari komplek pegunungan berapi aktif Ijen. Sedangkan kawahnya sendiri berada tepat di bawahnya.

Jalur selebar tiga meter yang terbentuk dengan baik mengarah ke Pondok Bunder (2214 m) sekitar 2 km, di mana pembawa belerang menimbang muatan mereka. Pos ini terletak satu kilometer ke puncak atau tepi kawah (2.350 m).

Dari tepi kawah, Anda bisa melihat danau sejauh 300 meter dibawah, fumarol, dan Gunung Raung yang terletak tidak jauh dari Ijen. Dari sini, Anda dapat mengamati penambang membawa belerang dengan beban 60-90 kg, dalam dua keranjang di pundak mereka.

Disini anda memiliki 3 pilihan untuk menikmati Kawah Ijen :

  • Anda dapat mendaki ke titik tertinggi, ke barat daya, di atas tepi kawah (2400 m) untuk pemandangan yang menakjubkan.
  • Atau, Anda melanjutkan berjalan di tepi kawah, ke arah berlawanan, untuk pemandangan danau yang lebih luas dari kaldera terbesar Ijen.
  • Pilihan ketiga adalah mengambil jalur yang sangat curam turun menuju lubang belerang dan danau asam. Perjalanan biasanya memakan waktu sekitar 20 menit. Berikan ruang untuk penambang yang membawa beban berat di jalur! Amati arah asap sulfur dari lubang angin karena ventilasi dapat membuat pernapasan menjadi sulit atau tersumbat, terutama ketika angin berubah ke arah Anda. Penggunaan masker wajah dari kain yang dibasahi dengan air dapat membantu melindungi anda dari uap belerang. Jangan pernah berpikir untuk berenang di danau!

Pendakian ke Kawah Ijen Bersama Go-Volcano


  • Durasi : 1 hari
  • Harga : Mulai dari IDR 550.000/pax
  • Level : 1/5

Perjalanan mendaki ke Kawah Ijen sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan sendiri. Anda hanya perlu merencanakan transportasi anda dari Banyuwangi menuju ke Desa Paltuding. Selanjutnya, anda hanya perlu berjalan kaki sejauh 3km dari area parkir Kawah Ijen. Setelahnya anda hanya perlu kembali lagi ke Banyuwangi.

Di sekitar area Gunung Ijen sebenarnya juga banyak yang menarik untuk dikunjungi terutama jika anda ingin melakukan aktifitas hiking. Ada beberapa gunung kecil di area tersebut dan juga ada kawah lain.

Detil Program dan Itinerari

Hari 1 : Banyuwangi – Kawah Ijen – Banyuwangi

Anda harus berangkat dari hotel di Banyuwangi sekitar pukul 1 dini hari untuk menuju ke Kawah Ijen (kurang lebih 1jam 30menit). Selanjutnya anda harus berjalan kaki dari area parkir Desa Paltuding menuju ke Kawah Ijen (sekitar 1 jam) dan kemudian turun menuju kawah (30 menit). Ketika anda kembali ke area parkir Desa Paltuding, anda bisa menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh tim Go-Volcano.

Meals : Breakfast

Harga Jeep Menuju Kawah Ijen

Harga jeep bisa anda dapatkan dari Banyuwangi dengaan kisaran harga mulai dari Rp 550.000/kendaraan

Paket Wisata Terusan Go-Volcano, termasuk Kawah Ijen

Surabaya / Malang – Bromo – Ijen Crater – Banyuwangi / Bali => Mulai dari € 105 , durasi 3 hari, Kesulitan 1/5.

Surabaya / Malang – Semeru – Bromo – Ijen Crater – Banyuwangi / Bali => Mulai dari € 214, durasi 4 to 5 hari, Kesulitan: 4/5.

Bali/Banyuwangi – Ijen Crater – Raung


Kawah Ijen dan Danau Asamnya


kawah ijen dan gunung raung 1

Ditemukan pada tahun 1796 oleh orang Eropa, Kawah Ijen terletak di dalam kaldera besar berukuran 16 km x 20 km, yang di dalamnya juga terdapat gunung berapi aktif lainnya, termasuk Gunung Raung. Komplek ini dianggap sangat berbahaya, termasuk juga sekitar dua puluh kerucut vulkanis tanpa aktivitas lain di dalamnya. Letusan terakhir Raung tercatat dari tahun 2015, 2002 dan 1991. Siklus letusannya sekitar 10 tahun. Pada saat letusan 1991, semua penghuni kaldera dievakuasi, yaitu sekitar 12.000 orang yang bekerja di perkebunan kopi Arabika.

Ketinggian Kawah Ijen (yang dalam bahasa Indonesia berarti kawah hijau, karena warna hijau zamrud dari danau asamnya) adalah 2.386 m. Danau asam yang menempati dasar kawahnya berukuran 960 x 600 m dengan kedalaman 330 meter. Ini adalah cadangan asam klorida (600.000 ton) dan asam sulfat (550.000 ton) terbesar dari planet ini, yaitu sekitar 37 juta meter kubik.

Di bagian bawah kawahnya, sebuah kubah ekstrusi masih aktif dan ditutupi dengan danau yang sebagian besar diisi oleh air hujan. Gas-gas vulkanik yang larut menghangatkan danau dan menghasilkan perpaduan garam dan asam yang sangat berbahaya seperti asam sulfat atau asam klorida.

Berikut adalah susunan zat-zat pembentuk danau tersebut :

  • 1.300.000 ton alumunium sulfat
  • 600.000 ton asam klorida
  • 550.000 ton asal sulfat
  • 200.000 ton alumina
  • 170.000 ton besi sulfat
  • 140.000 ton magnesium sulfat
  • 120.000 ton kalsium sulfat
  • 100.000 ton kalium sulfat
  • 33.000 ton Belerang murni (99%)

Kandungan mineral yang luar biasa ini tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena gunung ini masih sangat aktif dan terkadang menyemburkan asam setinggi 600-1000 meter yang bersifat sangat korosif.

Ahli vulkanologi Belanda telah mempelajari hubungan langsung yang ada antara ketinggian danau di kawah dan kekuatan ledakan. Mereka telah memasang spillway di dinding timur kawah yang memungkinkan untuk memantau tingkat ketinggian permukaan danau.

Bagaimana bisa ada Api Biru di Kawah Ijen?

Hal ini terjadi karena belerang yang dalam kondisi tekanan dan suhu tertentu, menyala dan terbakar dalam bentuk api biru pendek yang sering menerangi dinding kawah di malam hari.

Sejak 1968, tambang terbuka telah dibuka di sana. Sistem pipa yang didesain sedemikian rupa memungkinkan sulfur cair 115 derajat disalurkan, yang kemudian mengkristal dalam batu berwana kuning lemon.

Pada celah-celah saluran, uap asam mengembun karena kontak dengan atmosfer, sehingga beralih dari bentuk gas ke bentuk cair sebelum mengeras saat proses pendinginan. Dua belas (12) ton belerang muncul setiap hari di dasar kawah menjadikan Kawah Ijen sebagai ladang belerang yang sangat kaya. Belerang tersebut lalu dipecah menjadi piring-piring atau balok-balok kecil, dan kemudian diangkut di punggung penambang dari dasar kawah.

Tapi apa itu belerang dan apa saja kegunaannya?

Kata sulfur berasal dari bahasa Latin “svelphlos” yang berarti membakar perlahan (karena hal itu yang menyebabkan oleh api biru). Belerang mencair pada 112 derajat celcius, terbakar pada 270 derajat celcius, dan melepaskan belerang dioksida serta lumpur pada suhu 444 derajat celcius. Kepadatannya adalah 2,07 gr/cm3 dan dibentuk oleh oksidasi sulfatara hidrogen sulfida.
Tujuan utama penggunaan belerang ini adalah untuk pabrik-pabrik gula, di mana belerang digunakan untuk memutihkan gula tebu. Sisanya digunakan di bidang farmasi, industri kimia, atau pembuatan bahan peledak.

Sekitar 320 orang penambang (semuanya berasal dari Desa Licin) membawa keranjang di bahu mereka yang dihubungkan oleh batang bambu yang bisa memuat 60 hingga 90kg belerang. Mereka harus berjalan sejauh 6 kilometer setelah mendaki 280 meter dari dasar kawah.

6 hingga 8 ton belerang diekstraksi setiap hari.

Selain kondisi kerja yang berbahaya (akibat mengirup sulfur dioksida secara permanen), gas dengan asam klorida dan sulfat dapat membentuk gelembung besar yang lalu meledak di permukaan danau, yang dapat mengubah dasar kawah (tempat para penambang mengambil belerang) menjadi perangkap yang mematikan.

Pada tahun 1976, gelembung jenis ini menyebabkan 49 orang dari 50 orang yang bekerja di bagian bawah hari itu menderita asfiksia (gangguan dalam pengangkutan oksigen (O2) ke jaringan tubuh yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh). Pada Februari 1989, ada juga 25 korban di dasar kawah yang disebabkan kejadian yang sama.


Kawah Ijen dan Erupsinya


Erupsi Kawah Ijen 1993 (Catatan Pusat Vulkanologi Bandung)

Seismograf mencatat tremor terus menerus terjadi dari 18 Juni hingga 4 Juli 93. Amplitudo maksimum tremor terjadi pada 2, 3 dan 4 Juli 1993, kemudian menurun setelah terjadi letusan freatik.

Frekuensi harian gempa vulkanik juga meningkat dari 22 Juni hingga 30 Juni 1993. Dari 1 menjadi 42 gempa bumi dalam dan dari 20 menjadi 74 gempa dangkal. Padahal biasanya hanya 0 hingga 1 gempa bumi dalam dan 0 hingga 2 gempa dangkal yang dicatat.

Pada tanggal 29 Juni 93, danau kawah berwarna hijau keputihan, berbeda dari warna hijau pucat yang biasa. Gelembung kecil terlihat di dua tempat dari permukaan danau. Suhu permukaan naik dari 30 ° C (14 Juni) ke 41 ° C (25 Juli).

Berdasarkan perubahan ini, kami (BMKG) memutuskan untuk melarang akses ke gunung berapi pada 1 Juli 1993 di zona 3 km di sekitar kawah.

Potensi bahaya yang terjadi:

  • Pancaran gas beracun yang disebabkan oleh letusan freatik
  • Lontaran material
  • Aliran awan piroklastik
  • Lahar primer yang dapat dihasilkan dari letusan magmatik phreatomatic.

Rentetan kronologi dari 18 Juni – 10 Juli 1993

  • 18 Juni: Gempa terus menerus direkam oleh radio-seismograf di VSI-LICIN (Observatorium Banyuwangi).
  • 18-21 Juni: Amplitudo gempa tremor terus meningkat
  • 22 Juni: Rekaman 37 gempa vulkanik dangkal.
  • 22 – 25 Juni: Amplitudo tremor meningkat.
  • 26 Juni: tercatat 4 gempa vulkanik dalam
  • 27 Juni – 30 Juni: Peningkatan jumlah gempa bumi dalam dan permukaan. Peningkatan amplitudo tremor.
  • 29 Juni: Air danau (35° C) berwarna hijau pucat (menggelembung ke Tenggara). Danau ditutupi dengan uap putih yang sangat pekat. Bau gas sulfur yang kuat.
  • 1-4 Juli: Peningkatan amplitudo tremor.
  • 2 Juli: Warna danau: hijau keputihan. Suhu 36° C. Danau ditutupi dengan uap putih dan padat dari ketinggian 10m. Fumarol memancarkan uap putih kekuningan, bau belerang sangat kuat.
  • 3 Juli, 8:45 pagi: Laporan pembawa belerang: Letusan air tanah di pusat danau dan terjadi 2 ledakan besar. Danau menjadi coklat kehijauan dan permukaan danau menjadi gelap. Tidak ada korban yang dilaporkan.
  • 4 Juli, 8:15 pagi: Air berwarna hijau keputihan. Di permukaan terpantau uap putih halus mengapung setinggi 3m.
    • 8:35 pagi: Letusan air di pusat kawah setinggi 10 hingga 15 meter. Danau menjadi hijau kecoklatan. Erupsi ini lebih lemah daripada erupsi pada 3 Juli.
    • 10:00 WIB : Masih warna hijau keputihan yang sama.
    • 10:45 WIB: Letusan freatik yang lebih kecil terjadi di tengah danau.
  • 5 Juli, 10:00 pagi: Jatuhnya batu di sela-sela kawah ke arah selatan.
  • 7 Juli, 2:15 pagi: Menurut pembawa belerang yang hadir di penimbangan belerang, mereka mendengar raungan yang sangat keras berasal dari kawah.
  • 7-10 Juli: Amplitudo maksimum dari tremor berkurang.

Pengamatan terbaru (27 Juli) menunjukkan bahwa gempa vulkanik dan tremor terputus-putus selalu dicatat oleh seismograf, meskipun jumlah kejadiannya jauh lebih rendah daripada 26 Juni hingga 4 Juli. Airnya 41° C, berwarna hijau keputihan. Selalu mendidihkan permukaan danau. Tidak ada lagi uap fumarol berwarna kuning keputihan, tidak ada lagi bau belerang yang kuat.


Tinggalkan Balasan