Gunung Merbabu (3145mdpl) terletak di Jawa Tengah, berhadapan dengan Gunung Merapi, sehingga mereka disebut gunung berapi “kembar”. Merbabu adalah stratovolcano aktif, dan dapat diakses dari Semarang, Solo, Magelang atau Yogyakarta. terserah anda

Erupsi Merapi dilihat dari Merbabu

9 Hal yang Harus Anda Tahu Sebelum Mendaki ke Gunung Merbabu


Gunung Merbabu adalah stratovolcano aktif di provinsi Jawa Tengah. Nama Merbabu dapat diterjemahkan sebagai ‘Gunung Abu’ dari bahasa Jawa; Meru berarti “gunung” dan awu atau abu berarti “abu”.

Gunung Merapi berbatasan langsung dengan sisi tenggara Gunung Merbabu, sementara kota Salatiga terletak di kaki bukit utara. Pada ketinggian 1.500 mdpl diantara Merbabu dan Merapi, ada sebuah desa yang bernama Selo.

Bagaimana caranya untuk pergi ke Merbabu?

Merbabu dapat diakses dari desa Thekelan, Chuntel, Wekas, Suwanting dan Selo, yang juga dapat diakses dari Semarang, Yogyakarta, Solo (Surakarta) dan Magelang. Semarang dan Yogyakarta memiliki bandara internasional dengan koneksi domestik yang sangat baik. Solo juga memiliki bandara domestik. Rute pendakian paling favorit adalah dari Selo.

Bagaimana cara pergi ke Desa Thekelan?

Thekelan adalah sebuah desa kecil di Salatiga. Cara paling simpel untuk menuju kesini adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi. Desa ini juga dapat diakses dari beberapa kota di Jawa Tengah.

Dari Semarang
  • Naik bus jurusan Semarang – Solo dan turun di Salatiga
  • Lanjutkan dengan naik bus jurusan Salatiga – Magelang, turun di daerah wisata Kopeng
  • Dari sini anda harus melanjutkan perjalanan menuju Basecamp Thekelan dengan menggunakan ojek
Dari Jogja
  • Naik bus Jurusan Magelang
  • Dari terminal Magelang anda harus naik bus jurusan Magelang – Salatiga, turun di daerah wisata Kopeng
  • Dari sini anda harus melanjutkan perjalanan menuju Basecamp Thekelan dengan menggunakan ojek
Dari Solo
  • Naik bus Jurusan Solo – Semarang, turun di Salatiga
  • Lanjutkan dengan naik bus jurusan Salatiga – Magelang, turun di daerah wisata Kopeng
  • Dari sini anda harus melanjutkan perjalanan menuju Basecamp Thekelan dengan menggunakan ojek

Bagaimana cara pergi ke Desa Selo?

Selo adalah sebuah desa kecil yang terletak di Boyolali. Terletak tepat diantara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Cara termudah untuk menuju ke Selo adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi. Desa ini juga dapat diakses dengan kendaraan umum dari beberapa kota di Jawa Tengah.

Dari Semarang
  • Naik bus jurusan Semarang – Solo, turun di Terminal Sunggingan Boyolali (IDR 20.000)
  • Dari sini anda harus berjalan kaki menuju ke Pasar Sunggingan
  • Perjalanan dilanjutkan dengan naik bus jurusan Boyolali – Cepogo (IDR 15.000)
  • Dari Pasar Cepogo anda masih harus naik bus dengan tujuan Pasar Selo (IDR 10.000)
  • Dari Pasar Selo anda harus menggunakan ojek untuk bisa sampai di Basecamp pendakian Selo (IDR 25.000)
Dari Solo
  • Dari Terminal Tirtonadi Solo anda harus naik bus Jurusan Solo – Semarang dan turun di RSUD Pandanarang (IDR 10.000)
  • Dari RSUD Pandanarang anda harus melanjutkan dengan bus kecil tujuan Pasar Cepogo (IDR 15.000)
  • Dari Pasar Cepogo anda harus melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju ke Pasar Selo (IDR 10.000)
  • Dari Pasar Selo untuk bisa tiba di basecamp anda harus menggunakan ojek dari Pasar Selo dengan tarif IDR 25.000
Dari Yogyakarta
  • Anda bisa menggunakan kereta Prameks dari stasiun Tugu Yogyakarta dengan tujuan Solo Balapan
  • Dari Solo Balapan anda bisa mengikuti jembatan penyeberangan untuk menuju ke terminal Tirtonadi Solo
  • Dari Terminal Tirtonadi Solo anda bisa mengikuti panduan untuk menuju desa Selo dari Solo

Bagaimana cara pergi ke Desa Cunthel?

Desa Cunthel ini terletak tidak jauh dari Desa Thekelan. Anda hanya perlu menuju ke Kawasan Wisata Kopeng dan naik ojek menuju basecamp cunthel dari sini.

Bagaimana cara pergi ke Desa Wekas?

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah pergi ke kota Magelang atau Salatiga

  • Naik bus jurusan Magelang – Salatiga atau sebaliknya
  • Turun di Gapura Desa Wekas
  • Dari sini anda harus menggunakan ojek untuk menuju Basecamp Wekas

Kapan harus mendaki ke Merbabu?

Gunung Merbabu biasanya ditutup untuk kegiatan pendakian pada bulan Januari-Februari. Musim terbaik untuk mendaki ke Gunung Merbabu adalah bulan Mei sampai Oktober.

Berapa Harga Tiket Masuknya?

  • Untuk Turis Mancanegara : IDR 280.000/orang
  • Untuk wisatawan lokal : IDR 30.000/orang

Dimana saya bisa menemukan tempat menginap?

  • Area Kopeng menawarkan banyak akomodasi penginapan mulai kelas homestay sampai hotel
  • Area selo pilihan anda terbatas pada beberapa homestay yang tersedia di beberapa rumah warga
  • Untuk pilihan menginap terbaik adalah di area Semarang, Yogyakarta, atau Solo dengan banyak pilihan hotel, homestay, atau dormitory yang sesuai kebutuhan anda.

Mendaki Merbabu, Dengan atau Tanpa Guide?

Menggunakan guide tidak diwajibkan. Namun, jika Anda ingin mendaki dengan tenang dan nyaman, menggunakan jasa guide adalah pilihan terbaik.

Dimana saya bisa menemukan jasa Guide dan Porter?

Untuk menggunakan layanan porter, Anda harus menghubungi pos pendakian dari setiap rute untuk menanyakan ketersediaan pemandu dan porter. Atau Anda dapat menggunakan layanan travel organizer untuk mengakomodasi kebutuhan Anda.

Dimana saya bisa mendapatkan peralatan pendakian?

Hampit tidak mungkin untuk menyewa peralatan pendakian di sekitar basecamp mengingat banyaknya pendaki yang mulai dari titik A dan berakhir di titik B. Anda bisa mencoba menanyakan ke Basecamp pendakian untuk keadaan darurat apabila anda kekurangan peralatan. Tapi pilihan terbaik adalah mempersiapkan semua peralatan dari sebelum anda berangkat.

4 kesalahan yang harus anda hindari

  • Tidak membawa cukup air untuk kegiatan pendakian. Beberapa jalur di Merbabu sangat susah untuk mendapatkan air, bahkan di jalur selo sama sekali tidak ada mata air yang bisa digunakan untuk mengisi persediaan air anda.
  • Mendaki seorang diri tanpa informasi yang cukup, apalagi ketika anda memulai pendakian dari Cunthel atau Thekelan
  • Tidak membawa peralatan yang memadai, pada waktu-waktu tertentu angin kencang sering sekali terjadi di Gunung Merbabu. Bahkan bisa merobohkan tenda.
  • Datang ketika Pendakian Gunung Merbabu ditutup untuk aktifitas pendakian.

Apa saja yang bisa dilakukan di sekitar Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Magelang?

Ada banyak hal yang dapat dilakukan di Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Magelang. Ada banyak objek wisata yang bisa Anda kunjungi seperti candi, pantai, keraton, dll.


Pendakian Gunung Merbabu


View Merapi dari Merbabu

Pendakian Gunung Merbabu bisa dilakukan dari beberapa titik.

Pendakian Merbabu Via Selo

Jalur pendakian merbabu via selo

Jalur pendakian Merbabu Via Selo saat ini merupakan rute yang relatif lebih ramai daripada jalur lainnya. Pemandangan indah dengan sabana yang tersebar luas membuat perjalanan lebih menyenangkan. Ditambah lewat rute ini, Gunung Merapi dapat dilihat dengan jelas.

Di awal pendakian, pendaki akan disambut oleh gerbang Taman Nasional Gunung Merbabu. Memasuki pintu hutan, suasana jalur kiri dan kanan dipenuhi dengan pohon pinus dan lamtoro (klandingan), pada sore hari akan terasa sejuk. Jalur masih cukup ringan untuk perjalanan 15 menit. Setelah berjalan 1-1,5 jam, anda akan tiba di pos 1 (Dok Malang). Pos ini masih dikelilingi pepohonan di sekitarnya.

Setelah pos 1, jalur belum terasa cukup curam, ada satu tanjakan yang cukup curam dan berakhir pada pos bayangan. Hanya setelah berjalan 20 menit dari pos bayangan pendaki akan tiba di pos 2 (Pandean) jarak dari pos 1- 2 pos lumayan panjang.

Selanjutnya, jarak antara posting 2 dan 3 tidak jauh. Sekitar 45 menit berjalan kaki, pendaki akan tiba di pos 3 (Watu Tulis) pemandangan di sini cukup indah dengan Merapi yang cukup jelas terlihat ketika cuaca tidak berkabut. Ditambah dengan pohon edelweiss yang subur.

Menuju pos 4 (Sabana 1) pendaki akan dihadapkan pada jalur yang cukup curam. jalur dengan dominasi tanah liat dengan mudah membuat langkah Anda terpeleset. Anda harus lebih berhati-hati di bagian ini.

Sabana 1 adalah salah satu tempat yang menarik untuk berkemah, tempat yang datar dan pemandangan yang indah mungkin menjadi alasan bagi pendaki untuk memilih untuk mendirikan tenda mereka di sini. Tetapi angin di tempat ini cukup kencang, bahkan rentan terjadi badai.

Dari sabana 1 hingga menuju sabana 2 (pos 5) tidak butuh waktu lama. Hanya sekitar 40 menit. Jalurnya berupa lereng curam, meski tidak seterjal antara pos 3 hingga pos 4. Angin cukup kencang di malam hari. Setelah mencapai puncak bukit kita akan berjalan turun dan tiba di pos 5 (sabana 2). Meskipun paparan angin masih terasa kencang tetapi menurut saya ini adalah tempat terbaik untuk mendirikan tenda.

Jika Anda ingin menikmati matahari terbit di puncak, Anda harus mulai bangun jam 3 pagi untuk menyiapkan sarapan dan naik ke puncak. Waktu perjalanan ke atas adalah sekitar 1 – 1,5 jam. Jika Anda malas bangun di pagi hari, matahari terbit bisa dinikmati di bukit timur sabana. Keuntungan dari rute ini adalah matahari terbit dapat dinikmati di sepanjang jalur pendakian.

Catatan: untuk pendaki yang memulai dari Selo, kebutuhan air harus diambil dari bagian bawah / basecamp karena semua jalan ke puncak tidak ada sumber air.

Pendakian Merbabu Via Thekelan

Perjalanan dari Pos Tekelan yang berada di tengah-tengah perkampungan penduduk, dimulai dengan melewati kebun penduduk dan hutan pinus. Dari sini kita dapat menyaksikan pemandangan yang sangat indah ke arah Gunung Telomoyo dan Rawa Pening.

Di Pos Tertunda pendaki dapat menemukan mata air, kita juga akan menemukan sungai kecil (Kali Sowo). Sebelum mencapai Pos I pendaki akan melewati Pereng Putih dan harus hati-hati karena jalanan yang sangat terjal. Kemudian pendaki melewati sungai kering, dari sini pemandangan sangat indah ke bawah melihat kota Salatiga terutama pada malam hari.

Dari Pos I kita akan melewati hutan campuran menuju Pos II, menuju Pos III jalur mulai terbuka dan jalan mulai menanjak curam. Pendaki mendaki gunung Pertapan, hempasan angin yang kencang sangat terasa, mudah diletakkan di tempat terbuka. Pendaki dapat berlindung di Watu Gubug, sebuah batu berlobang yang dapat dimasuki 5 orang. Konon merupakan pintu gerbang menuju kerajaan mengumpulkan ghaib.

Bila ada badai berhasil tidak melanjutkan perjalanan karena sangat berbahaya. Mendekati pos empat pendaki mendaki Gn. Watu menulis jalur agak curam dan banyak pasir atau kerikil kecil sehingga licin, angin kencang membawa debu dan pasir sehingga harus siap menutup mata jika ada angin kencang. Pos IV yang berada di puncak Gn. Watu Tulis dengan ketinggian mencapai 2,896 mdpl ini, disebut juga Pos Pemancar karena di puncaknya merupakan Pemancar Radio.

Menuju Pos V jalur menurun, pos ini membahas bukit dan tebing yang indah. Pendaki dapat turun menuju kawah Condrodimuko. Dan di sini Ada mata air, tidur antara air minum dan belerang udara.

Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangat terjal di samping kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan Setan. Kemudian pendaki akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak Syarif (Gunung Pregodalem) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo (Gunung Kenteng Songo) yang memanjang.

Dari puncak Kenteng songo, pendaki dapat memandang Gunung Merapi dengan puncaknya yang mengepulkan sesegera mungkin, tampak dekat sekali. Ke arah barat tampak Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang kelihatan sangat jelas dan indah. Lebih dekat lagi tampak Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran. Dari kejauhan ke arah timur tampak Gunung Lawu dengan puncaknya yang memanjang.

Menuju Puncak Kenteng Songo ini sangat berbahaya, lebih baik hanya 1 meter lebarnya dengan sisi kiri kanan jurang bebatuan tanpa pohon, juga angin sangat kencang dapat dipandu pendaki setiap saat. Di puncak ini terdapat batu kenteng / lumpang / berlubang dengan jumlah 9 menurut penglihatan paranormal.

Pendakian Merbabu Via Wekas

Jalur ini sangat populer dikalangan para Remaja dan Pecinta Alam kota Magelang, karena lebih dekat dan lebih banyak sumber udara, begitu banyak remaja yang suka memancing di Pos II terutama pada hari libur. Wekas ​​merupakan desa terakhir menuju puncak yang membutuhkan waktu kira-kira 6-7 jam. Jalur wekas merupakan jalur pendek sehingga merupakan jalur pendek yang membentang. Lintasan pos I cukup lebar dengan bebatuan yang mendasarinya. Sepanjang perjalanan akan melewati ladang populasi khas dataran tinggi yang ditanami Bawang, Kubis, Wortel, dan Tembakau, juga dapat ditemui ternak kelinci yang digunakan untuk pupuk. Rute menuju pos I cukup menanjak dengan waktu tempuh 2 jam.

Pos I merupakan dataran dengan balai sebagai tempat peristirahatan. Di sekitar area ini masih banyak terdapat warung dan rumah penduduk. Selepas pos I, perjalanan masih melewati ladang penduduk, kemudian masuk hutan pinus. Waktu tempuh menuju pos II adalah 2 jam, dengan jalur yang terus menanjak curam.

Pos II merupakan tempat yang terbuka dan datar, yang biasa didirikan hingga beberapa kali tenda. Pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur Pos II ini banyak digunakan oleh para remaja untuk berkemah. Diharapkan pada hari-hari ini banyak penduduk yang berdagang makanan. Pada area ini terdapat sumber udara yang di salurkan melalui pipa-pipa besar yang ditampung pada bak.

Dari Pos II ada jalur buntu yang menuju ke sungai yang diambil dari udara untuk masyarakat sekitar Wekas ​​hingga desa-desa di sekitarnya. Jalur ini mengikuti aliran pipa air menyusuri tepian jurang yang menuju aliran sungai di bawah kawah. Ada dua buah aliran sungai yang sangat curam yang membentuk air terjun yang bertingkat-tingkat, sehingga menjadi pemandangan yang sangat luar biasa dengan latar belakang kumpulan gunung – puncak Gunung Merbabu.

Selepas pos II jalur mulai terbuka hingga bertemu dengan jalur Kopeng yang berada di atas pos V (Watu Tulis), jalur Kopeng. Dari pindah ini menuju pos Helipad hanya menghabiskan waktu tempuh 15 menit. Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangat terjal di samping kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak Syarif (Gunung Pregodalem) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo (Gunung Kenteng Songo) yang memanjang.

Pendakian Merbabu Via Suwanting

Perjalanan dimulai dengan pemandangan ladang penduduk di sisi kanan dan kiri. Ladang berupa bunga-bunga gunung. Suasananya sangat sejuk dan jalannya cenderung datar agak menanjak. Perjalanan dari basecamp ke Pos 1 hanya 30 menit – 45 menit. Sebelum pergi ke Pos 1 kita akan bertemu dengan hutan pinus.

Setelah meninggalkan Pos 1 dan hutan pinus maka kita menemukan jalan yang lebih berat dari sebelumnya. Jalur ini didominasi oleh vegetasi yang subur dan jalur yang menanjak. Dari Pos 2 ke Pos 3 dibutuhkan sekitar 90 menit (1,5 jam).

Di Pos 2 ini biasanya digunakan oleh pendaki untuk mendirikan tenda. Di pos ini kita juga bisa melihat pemandangan Gunung Merapi. Perjalanan berlanjut ke Pos 3 memakan waktu sekitar 2 jam. Jalannya akan jauh lebih sulit dari sebelumnya. Sebelum tiba di Pos 3 kita akan menemukan sumber air yang disebut “Sendang Dampo Awang”.

Di Pos 3 ini juga merupakan tempat favorit untuk mendirikan tenda. Dari Pos 3, pemandangan indah Gunung Sindoro-Sumbing, Merapi dan beberapa gunung lainnya terlihat samar. Perjalanan menuju puncak Kenteng Songo atau Triangulasi kita akan melewati beberapa bukit dengan tanaman rumput yang rimbun. Bukit-bukit ini disebut “sabana”. Dari Pos 3 ke puncak kita akan melewati savanna 1, savanna 2, dan savanna 3. Savanna melalui jalan Suwanting seindah jalan Selo. Hanya 1,5 jam untuk Summit Attack dari Pos 3.


Pendakian Gunung Merbabu Bersama Go-Volcano


Gambaran perjalanan :

  • Pemandangan yang menakjubkan dari Gunung Merapi maupun Gunung Sindoro-Sumbing
  • Pendakian dengan level menengah yang menyenangkan
  • Kegiatan yang sempurna untuk menjauh dari hiruk pikuk Yogyakarta atau Semarang

Pendakian Merbabu Sisi Utara 2 Hari 1 Malam

  • Durasi : 2 Hari
  • Harga : Mulai dari IDR 5.000.000
  • Level 3/5

Detil Program dan Itinerari

Hari pertama : Semarang or Yogyakarta – Wekas/Thekelan/Chuntel – Camp post 2/3

Anda akan disambut oleh pemandu Anda di hotel di Semarang atau Yogyakarta di pagi hari. Dimungkinkan juga untuk menjemput Anda di bandara (Semarang atau Yogyakarta) jika penerbangan Anda tiba paling lambat pukul 10:00. Anda kemudian akan pergi ke base camp Wekas / Thekelan dengan kendaran yang sudah disiapkan, perjalanan akan memakan waktu sekitar 2 jam. Setibanya di base camp, Anda akan makan siang dan Anda akan mulai hiking ke campsite selama sekitar 3 hingga 4 jam. Anda akan makan dan tidur di dalam tenda.

Akomodasi : Tenda (1 tenda untuk 2 orang)
Makanan : Makan siang dan Makan Malam

Hari Kedua : Camp 2/3 – Puncak Kenteng Songo – Selo – Semarang/Yogyakarta

Bangun pukul 03:30 sarapan dan kopi akan disajikan untuk anda. Anda akan memulai pendakian / perjalanan pada jam 4:00 pagi untuk tiba di waktu matahari terbit di “Puncak Pemancar” dengan pemandangan gunung berapi Sindoro dan Sumbing di barat laut. Anda akan melanjutkan pendakian ke puncak “Kenteng Songo” . Anda akan memiliki pemandangan terbaik ke gunung Merapi. Makanan ringan di atas. Kemudian Anda akan turun ke Selo dengan berhenti makan siang di sekitar Pos 3. Anda akan melanjutkan pendakian menuju ke desa Selo. Dari sana Anda akan diantar ke hotel Anda di Semarang / Yogyakarta. Selesai

Akomodasi : –
Makanan : Sarapan dan Makan siang

Harga

Fasilitas Included

  1. Layanan Guide berpengalaman dari Go-Volcano
  2. Local Guide dan Porter untuk peralatan pendakian
  3. Makanan yang disebutkan dalam itinerari
  4. Akomodasi seperti yang disebutkan dalam itinerari
  5. Air mineral, makanan ringan, dan buah selama pendakian
  6. Peralatan pendakian (1 tenda / 2 orang, sleeping bag, inflatable mattress, inflatable pillow, meja dan kursi, dan tenda toilet)

Fasilitas Excluded

  1. Tips dan pengeluaran pribadi
  2. Tiket Pesawat
  3. Asuransi perjalanan
  4. Hal-hal yag tidak disebutkan dalam “Fasilitas Included”

Gunung Merbabu


view Gunung Sindoro Sumbing dari Merbabu

Gunung Merbabu adalah gunung berapi aktif, yang menawarkan pemandangan indah di Jawa Tengah dan gunung berapi di sekitarnya. Merbabu memiliki 3 puncak, yaitu Kenteng Songo di tengah (3,142 meter), Suwanting di sebelah kiri (3,142 meter) dan Sharif (3,119 meter). Merapi terlihat dari Kenteng Songo. Sindoro dan Sumbing terlihat dari sisi lain.

Dua letusan moderat yang diketahui terjadi pada 1560 dan 1797. Peristiwa 1797 diberi peringkat 2: Explosive, pada Volcanic Explosivity Index. Letusan yang belum dikonfirmasi mungkin terjadi pada 1570.


Tinggalkan Balasan