Bromo adalah gunung berapi yang paling banyak dikunjungi wisatawan dan juga paling banyak dijadikan sebagai objek fotografi. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Salah satunya karena akses menuju Bromo sangat mudah dijangkau dan selain itu Bromo juga menyajikan pemandangan yang sangat indah.

                  Lantas bagaiana cara mengunjungi dan mendaki Bromo? Bagaimana cara pergi ke Bromo? Kapan harus pergi ke Bromo? Berapa biaya untuk mengunjungi Bromo?

Erupsi Bromo 2015

                  Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk memberi anda semua informasi yang diperlukan untuk mengunjungi Bromo.

                  Lantas, untuk anda yang tidak ingin repot dan ingin mempercayakan perjalanan wisata anda kepada Go-Volcano, termasuk jadwal perjalanan dan akomodasinya, anda akan menemukan program dan harga yang sesuai dengan kebutuhan anda

                  Akhirnya, bagi anda yang ingin tahu lebih, di akhir artikel ini kita akan berbicara tentang gunung berapi aktif Bromo dan Kaldera Tengger. Termasuk juga kepercayaan dan legenda yang hidup di sekitar daerah tersebut dan juga tentang letusan dan aktivitas vulkaniknya.

                  Lihatlah video berikut ini. Anda akan tahu mengapa Bromo menjadi gunung berapi yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Jadi, sayang sekali kalau anda tidak mengunjunginya.


Contents

4 Hal yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengunjungi Bromo


Bagaimana Cara Pergi ke Gunung Bromo?

Untuk menuju ke Gunung Bromo, ada dua pilihan yang tersedia untuk Anda :

  1. Dari Probolinggo
  2. Dari Tumpang/Malang

Surabaya adalah kota terbesar di Jawa Timur di mana Bandara Internasional Juanda berada, dan dari sini akses ke seluruh kota di Jawa Timur biasanya dimulai. Dari kota ini kita bisa mencapai Malang atau Probolinggo.

Bagaimana Cara Pergi dari Surabaya Menuju Probolinggo ?

Dengan Taksi : Dari Bandara Surabaya, anda akan menemukan beberapa Taksi yang bisa mengantarkan anda menuju Kota Probolinggo.

Dengan Bus : Anda harus naik bus DAMRI (Rp. 25.000) yang biasanya tersedia di luar terminal kedatangan menuju Terminal Bungurasih yang terletak di selatan Kota Surabaya. Dari Terminal Bus Bungurasih, anda harus naik bus PATAS menuju ke Terminal Bus Banyuangga Kota Probolinggo (sekitar 2 jam perjalanan).

Dengan Kereta : Anda akan memerlukan waktu sekitar 2 jam perjalan dari Surabaya ke Probolinggo, dan layanan kereta ini dapat diandalkan. Namun sebelumnya anda perlu untuk memeriksa jadwal perjalanan yang tersedia. Di Surabaya, anda bisa menuju Stasiun Gubeng di Surabaya Pusat yang melayani rute menuju Stasiun Probolinggo.

Bagaimana Cara Menuju ke Bromo (Cemoro Lawang) dari Kota Probolinggo?

Ini adalah bagian yang paling sulit! Harga di bawah adalah harga perkiraan yang terbaik.

  1. Transportasi umum (Minibus) : Rp. 50.000/orang
  2. Taksi : Rp. 350.000/taksi
  3. Ojek : Rp. 250.000/orang

Cara Menuju ke Pasuruan Dari Surabaya

Secara keseluruhan caranya sama dengan pergi dari Surabaya ke Probolinggo, kecuali bahwa kita harus berhenti lebih awal di Pasuruan.

Pasuruan juga memiliki stasiun kereta.

Cara Menuju ke Bromo (Wonokitri) Dari Pasuruan

Untuk perjalanan menuju ke Wonokitri kami tidak memiliki informasi tarif yang baku.

Wonikitri adalah daerah pegunungan dan pertanian yang indah

Tiba di Wonokitri ada beberapa akomodasi dasar. Dari sana Anda harus menemukan Jeep untuk pergi ke Bromo dan kaldera Tengger, serta ke puncak Gunung Penanjakan.

Bagaimana Cara Menuju ke Malang / Tumpang dan Berapa Biayanya?

Gunung Bromo juga dapat diakses melalui Kota Malang / Tumpang.

Jalur ini bukan yang paling ekonomis (dibandingkan dengan harga jika melalui jalur lainnya, tapi akan terbayar dengan pemandangan yang disajikan rute ini), karena dari Malang anda harus naik Jeep untuk menyeberangi kaldera Tengger menuju ke Bromo. Akan tetapi, pemandangan yang akan anda lihat sangat menakjubkan. Anda dapat mencapai Kota Malang dengan kereta api, pesawat, bus, dan tentu saja taksi.

Dari Surabaya

Taksi dari Bandara Surabaya ke Malang merupakan pilihan yang paling mudah.

  • Dari bandara, ada taksi kolektif (biasa disebut travel) yang harganya sekitar Rp 100.000/ orangsampai dengan Rp. 120.000 /orang. Kekurangannya adalah, anda harus menunggu sampai mobil penuh dan tujuan akhirnya adalah pusat Kota Malang. Dibutuhkan transportasi atau taksi lain lagi untuk menuju Tumpang.
  • Solusi lain adalah taksi pribadi (carter) dari bandara yang akan dikenakan biaya antara Rp. 550.000 hingga Rp. 600.000 per mobil dan akan mengantarkan anda sampai ke Tumpang (kota kecamatan yang terletak 20 km di sisi  timur Kota Malang, dimana anda bisa naik Jeep menuju Bromo).

Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan bus

  • ,Di sisi selatan Kota Surabaya anda bisa menemukan Terminal Bus “Bungurasih” (dapat diakses dari Bandara Juanda dengan bus DAMRI dengan tarif IDR 25000). Dari Bungurasih, anda bisa naik bus untuk menuju ke Terminal Bus Arjosari di Malang.
  • Untuk pergi ke Tumpang, gunakan angkot putih dari Arjosari ke Tumpang dengan kode “TA” (T untuk Tumpang dan A untuk Arjosari). Angkot akan berhenti di Pasar Tumpang (pemberhentian terakhir). Untuk akomodasi dan Jeep, anda dapat tidur di Rani homestay.
  • Perjalanan menggunakan moda transportasi darat akan memerlukan waktu sekitar 3 jam apabila tidak terhalang kemacetan lalu lintas.

Untuk menghindari macet, anda bisa menggunakan kereta api

Perjalanan dengan kereta api akan memakan waktu sekitar 2 jam dari Surabaya ke Malang, dan layanannya dapat diandalkan. Akan tetapi, anda harus menambahkan waktu transportasi dari dan menuju ke stasiun. Jadi, sediakan waktu sekitar 3 jam. Dari Surabaya, anda bisa menuju stasiun Surabaya Gubeng di pusat Kota Surabaya. Anda dapat berhenti di Stasiun Blimbing. Dari sana, anda bisa naik taksi ke Tumpang (dari Rp 70.000 hingga Rp 100.000), atau berjalan ke perempatan Blimbing, dan naik angkot putih dengan kode TA (Arjosari – Tumpang ). Anda dapat berhenti di Pasar Tumpang (pemberhentian terkahir).

Dari Kota Lain
  • Kereta api: Saat ini telah tersedia kereta api dari Yogyakarta menuju Stasiun Malang yang membutuhkan waktu 7 hingga 8 jam. Pilihan ini lebih mudah daripada naik bus, karena lebih dapat diandalkan, lebih aman dan lebih nyaman. Selain itu, terdapat pula kereta dengan tujuan Kota Malang yang berangkat dari kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Solo, dan Semarang.
  • Pesawat: Tersedia beberapa penerbangan langsung menuju Malang dari kota Denpasar (Bali), Bandung, dan Jakarta.

Catatan : Apabila memungkinkan untuk pergi ke Malang secara langsung baik dengan kereta ataupun dengan pesawat, maka pilihlah opsi tersebut. Tiket pesawat menuju ke Malang akan sedikit lebih mahal daripada menuju ke Surabaya, tapi anda akan menghemat banyak waktu dalam perjalanan daripada menghabiskan waktu dari Surabaya ke Malang menggunakan moda transportasi darat. Kondisi anda akan lebih segar dan siap untuk melakukan kegiatan pendakian. Apabila anda telah memesan jeep sebelumnya, mereka akan bisa menjemput anda di Bandara Abdurrahman Saleh Malang untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Gunung Semeru ataupun Gunung Bromo.

Bagaimana Cara Menuju ke Bromo dari Tumpang / Malang dan berapa harganya?

Dari Tumpang anda memiliki pilihan dengan harga sebagai berikut:

  • Jeep                       : Rp. 650.000/jeep (maks 6 orang) untuk sekali jalan.
  • Ojek                       : Rp. 200.000/Ojek untuk sekali jalan
  • Sharing Jeep         : Jeep sharing bisa mengantarkan anda sampai di Jemplang dengan tarif sekitar Rp. 75.000/orang. Kemudian anda harus berjalan sejauh kurang lebih 10 km melintasi Kaldera Tengger sampai ke Gunung Bromo (3 jam). Pilihan ini hanya tersedia di musim pendakian di Gunung Semeru, dan anda harus menunggu jeep terisi penuh sebelum berangkat. Perjalanan anda akan menggunakan jeep bak terbuka, jadi waspadalah terhadap sengatan sinar matahari.

Dari bandara Malang, jeep dapat mengantar anda langsung ke Bromo dengan tarif Rp. 750.000/jeep sekali jalan.

Kapan Harus Mengunjungi Bromo?

Pendakian Gunung Bromo dapat dilakukan sepanjang tahun, tetapi periode terbaik adalah musim kemarau antara Mei sampai Oktober.

Berapa Harga Tiket Masuk Bromo?

Untuk tiket Bromo harganya Rp. 22.500 / orang / hari dan Rp. 32.500 / orang / hari pada akhir pekan dan hari libur. Tarif ini untuk warga negara Indonesia, sedangakn harga untuk wisatawan asing harganya 10 kali lebih mahal!

Dimana Saya Bisa Menginap?

Secara umum, akomodasi di Bromo (Cemoro Lawang) berkualitas biasa-biasa saja dan mahal.

Banyak pengunjung yang mendaki Gunung Bromo dan menghabiskan waktu tanpa tidur di Cemoro Lawang. (Terutama, mereka yang datang dari Malang).

Kita sudah membahas tentang bagaimana, kapan, dan berapa biaya ke Gunung Bromo. Sekarang saatnya berbicara tentang apa yang menarik di sekitar Gunung Bromo


Pendakian Gunung Bromo dan Gunung Penanjakan


Pemandangan Gunung Bromo dari Gunung Pananjakan

Gunung Bromo adalah gunung berapi aktif! Jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, Taman Nasional akan menutup akses ke Gunung Bromo dan tidak akan ada wisatawan yang diijinkan melakukan pendakian ke puncak. Namun, masih mungkin untuk mengamati letusan Bromo dari beberapa titik pengamatan.

Dalam bab ini, kami akan membuat narasi perjalanan ke Bromo dan pilihan-pilihan yang dapat anda ambil.

Keberangkatan dari Probolinggo

Dari probolinggo anda akan tiba di desa Cemero Lawang, pintu gerbang menuju ke Kawah Tengger di sebelah timur laut.

Keberangkatan dari Pasuruan

Dari Pasuruan, Anda akan tiba di desa Wonokitri pintu gerbang ke KalderaTengger di sebelah barat laut.

Keberangkatan dari Tumpang

Perjalanan anda akan dimulai tepat ketika anda meninggalkan Tumpang dengan menggunakan jeep. Sekitar 15 menit , anda akan melihat lahan pertanian yang sangat indah di bukit-bukit sekitar, termasuk kebun tebu, kebun apel, sayur mayur, dan kebun jeruk.

Semakin jauh Anda pergi, semakin dekat pula Anda ke hutan dan iklim yang lebih sejuk. Di beberapa tempat, anda dapat melihat tebing dan lereng yang sangat curam.

Di tengah perjalanan, Anda dapat berhenti di air terjun Coban Pelangi (Rp 15000 / orang). Sayangnya, air terjun ini sering diabaikan oleh wisatawan! Padahal, air terjun ini sangat indah dan berada satu jalur dengan perjalanan anda. Perjalanan menuju Air Terjun Coban Pelangi ini akan memakan waktu sekitar 30-60 menit dengan berjalan kaki. Sedikit jauh memang, namun lelah anda akan terbayar ketika melihat keindahan air terjun ini.

Coban Pelangi

Sebelum Air Terjun Coban Pelangi, anda juga bisa melakukan kegiatan rafting bersama keluarga anda dengan hanya membayar Rp. 250.000/orang (makan siang termasuk). Sungai ini bukanlah sungai yang deras arusnya sehingga anda bisa mengajak anak-anak anda yang masih kecil untuk ikut serta, hanya hati-hati ketika musim kemarau karena debit airnya akan sedikit turun. Tapi di garis finish rafting ini, foto yang anda dapat akan bercerita lebih dari 1000 kata untuk perjalanan anda.

Rafting di jalur menuju Bromo

Desa Ngadas

Setelah melewati hutan dan jalan yang berliku-liku, anda akan tiba di Desa Ngadas. Desa dengan keindahan yang sangat menakjubkan. Anda akan disajikan dengan hamparan kebun kentang, kubis, dan daun bawang yang ditanam di lahan diatas perbukitan di sekitar Desa Ngadas. Anda tidak akan pernah membayangkan bagaimana mereka membuat lahan pertanian di tebing-tebing perbukitan yang curam untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

Perkebunan di Desa Ngadas

Namun, Anda harus pergi lebih awal untuk melihat keindahan ini, karena kabut akan segera datang begitu menginjak siang hari!

Jemplang

Anda akan melanjutkan perjalanan dengan jeep ke Jemplang. Disini, anda akan melihat pemandangan yang indah dan luar biasa dari Kaldera Tengger.

Pemandangan Kaldera Tengger dari Jemplang

Rute Perjalanan Menuju Bromo

Berjalan Kaki dari Jemplang ke Bromo dari Utara (melintasi kaldera)

Kaldera Tengger sisi Barat

Sejauh ini, ini adalah rute “terliar” dan yang paling jarang dilalui sehingga jalur pendakian yang ada menghilang di bawah vegetasi! Inilah yang membuat pendakian ini menjadi sangat sulit.

Sejak Jemplang, jangan turun menuju kaldera tetapi ikuti jalan kecil di sebelah kiri. Jalan ini akan membawa Anda menuju sisi lain pegunungan Tengger yang jarang sekali diketahui orang, kecuali oleh penduduk sekitar.

Pendakian di Tepi Kaldera (sisi selatan) dan Puncak Tertinggi di B29

Rute ini jarang dikunjungi, namun kadang-kadang penduduk desa melewatinya dengan sepeda motor untuk mengakses ladang mereka.

Jalan ini sebenarnya sangat jelas, namun agak sulit untuk menemukan jalan masuk pertama kali. Ketika berjalan terus dan vegetasi menjadi jarang, anda akan menyadari bahwa anda berjalan di tepi tebing yang turun ke kaldera. Anda akan melanjutkan jalur ini selama beberapa kilometer dengan pemandangan Kaldera Tengger di sebelah kiri. Setelah berjalan kurang lebih selama tiga jam, anda akan berada di puncak tertinggi tepi selatan kaldera yang disebut B29. Ini juga merupakan tempat yang bagus untuk menikmati keindahan Bromo dan sangat jarang dikunjungi wisatawan. Dari sana, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke desa Cemoro Lawang dengan turun ke kaldera melewati puncak tebing di jalan yang sangat curam.

Rute Klasik Menggunakan Jeep Menuju Penanjakan Untuk Menikmati Sunrise

Jalan ini merupakan yang paling sering digunakan oleh Jeep dan sepeda motor. Berjalan kaki di rute ini tidak terlalu nyaman dan menyenangkan, terutama di musim ramai. Banyak jeep dan motor yang menyebabkan jalan menjadi berdebu.

Salah satu rute klasik yang hampir selalu dilakukan pengunjung adalah mengamati Bromo dari puncak Gunung Penanjakan (dapat diakses dengan jip) yang memberi anda sudut pandang terbaik! Dengan pandangan seluas 360° terhadap Kaldera Tengger dan Gunung Bromo, Penanjakan menjadi tempat yang paling ramai dikujungi wisatawan. Berita buruknya, di saat musim libur kerja atau sekolah, ada begitu banyak orang sehingga Anda hanya akan melihat punggung-punggung wisatawan yang berdesakan! Hal ini sangat sulit untuk dihindari ,kecuali selama musim hujan atau dari jam 7 pagi saat pengunjung akan turun segera setelah mereka melihat matahari terbit. Pada musim hujan pandangan kita mungkin akan terhalang oleh awan dan kabut!.

Pemandangan dari kawah bromo

Rute Pendakian Klasik Untuk Menikmati Sunrise di Puncak Penanjakan

Solusi lain, yang paling ekonomis karena tidak melalui pos tiket taman nasional adalah pergi ke desa Cemero Lawang dan mendaki ke utara menuju Seruni lalu Gunung Penanjakan.

Anda tidak akan sendirian, akan ada kelompok-kelompok kecil yang berjalan bersama anda. Dan semakin tinggi Anda mendaki, semakin sedikit orang di sana. Anda akan melalui beberapa tempat pengamatan di jalur menuju puncak Gunung Penanjakan. Setidaknya ,Anda bisa mengagumi dan menikmati Bromo dengan latar belakang Semeru dalam warna-warna pagi hari dengan santai tanpa harus berdesak-desakan.

Jalan menuju Gunung Penanjakan dari Seruni viewpoint relatif mudah dan pendakiannya tidak membutuhkan terlalu banyak upaya fisik.

Ambil jalan di sepanjang tebing (utara). Jalan melewati ladang bawang, kol dan kentang. Anda kemudian akan melewati parkir jip dengan penghalang yang menghalangi jalan untuk kendaraan. Lalu jalan setapak menjadi jalur pejalan kaki dengan tangga. Anda akan menemukan titik pandang pertama dengan semacam struktur beton (orang menamainya Seruni View Point).

Dari sana Anda akan mencari jalan kecil yang naik curam, di sini Anda akan menemukan banyak tempat kecil di mana pemandangannya sangat bagus. Tetapi Anda dapat melanjutkan lebih tinggi lagi menuju bukit kingkong.

Matahari terbit dari jam 5 pagi. Satu jam setelahnya para pengunjung mulai pergi, dan Anda bahkan akan sendirian di puncak untuk menikmati kaldera Bromo yang megah.

Titik yang lebih tinggi adalah Penanjakan. Tetapi karena dapat diakses oleh jip melalui jalur lain, Penanjakan menjadi tidak terlalu menarik karena kerumunan orang yang ada disana. Tetapi tempat ini akan mulai kosong pada jam 6-7 pagi.

Pendakian Gunung Batok

Gunung Batok adalah piramida kecil di samping kawah Bromo yang berdiri sendiri tetapi masih dalam area kaldera Tengger. ini adalah pendakian yang sangat curam, kemungkinan anda akan mendaki sendirian dan memiliki kesempatan untuk melihat pemandangan unik Bromo dan kaldera Tengger.

Pendakian ini akan memakan waktu sekitar 2½ jam untuk kembali dari tempat parkir mobil jip.

Jalur pendakian favorit saya: melintasi puncak Bromo sampai ke Gunung Kursi

Selama pendakian anda di Gunung Bromo, kenapa anda “cuma” berhenti disana? Apalagi bila anda telah melewati keramaian disana anda akan sepenuhnya sendirian menikmati keindahan Bromo.

Setelah tangga Bromo belok kiri (kanan kawah lebih berbahaya) dan ikuti jalur tepi Bromo (tidak disarankan untuk orang yang cenderung vertigo) dan ikuti sampai akhir! Anda akan menemukan kawah tua yang tertidur, Anda juga dapat menelusuri puncak kawah yang telah punah ini. Selanjutnya Anda akan menemukan kawah lain dengan bentuk tidak beraturan dan Anda dapat melanjutkan ke sebuah puncakan, yang bukan yang tertinggi (beberapa puluh meter lebih rendah dari puncak tertinggi dari kawah massif di tengah kaldera). dari Tengger-Bromo, yang naik menjadi hampir 2.500 m).

Untuk melakukan perjalanan ini: baik Anda mulai dari parkir jip dan Anda melakukan perjalanan bolak-balik, atau Anda pergi satu arah dan Anda turun di sisi selatan kaldera, jalur turunnya sangat curam dan bisa licin di musim hujan, untuk mencapainya jip anda harus menunggu di tempat tertentu. Selain itu, jalur turun di kaldera ditumbuhi rumput yang tinggi.

Ini dari sudut pandang saya tentang pendakian terbaik di Bromo, setelah kerumunan orang yang berkumpul di ujung tangga Bromo, Anda akan sendirian di suatu area dengan pemandangan kaldera yang tinggi dan cukup unik, tempat yang jarang dikunjungi.

Kawah Mati Gunung Bromo

Namun, perjalanan ini hanya dapat dilakukan jika arah angin berada di arah yang benar dan angin cukup menghilangkan asap vulkanik dari tepi kiri punggungan Bromo (sisi timur)


Sekarang Anda sudah tahu cara melakukan pendakian di Bromo. Anda mungkin ingin melakukan pendakian ini tanpa ribet memikirkan logistik dan hal-hal lain! Di bawah ini Anda akan menemukan semua informasi dan semua harga yang sesuai dengan kebutuhan anda.


Pendakian dan Wisata Bromo Bersama Go-Volcano


Wisata ke Bromo bisa anda lakukan sendiri!

Jika Anda datang dari Probolinggo, Anda dapat berjalan kaki dari desa Cemerolawang ke kawah Bromo dan juga mendaki ke sudut pandang Seruni atau bukit Kingkong untuk menyaksikan matahari terbit di atas kaldera Bromo dengan latar belakang Gunung Semeru.

Jika Anda ingin mendelegasikan segalanya dan tidak perlu repot, Go-Volcano dapat mengatur perjalanan Anda berikut ini:

Wisata ke Bromo dari Malang

Harga dan Itinerari Malang – Bromo – Malang

  • Durasi : 1 hari
  • Harga: IDR 1.100.000 (untuk maks 5 orang)
    • Termasuk: mobil ber-AC dengan pengemudi serta jip dan sopirnya
    • Tidak termasuk: Tiket taman nasional (IDR 230.000/orang selama seminggu dan IDR 330.000/orang selama akhir pekan dan hari libur nasional), tiket untuk air terjun (15000IDR). Makanan dan minuman Anda.
  • Harga dengan guide: IDR 1.800.000
    • Tur dengan pemandu ini adalah untuk mereka yang ingin mendaki dari 3 hingga 6 jam di kaldera Tengger – Bromo. (Tidak cocok untuk anak di bawah 6 tahun dan siapa pun yang mengalami vertigo)
  • Itinerari :
    • Jemput hotel Anda di Malang jam 1 pagi (sekitar 30 menit perjalanan)
    • Transfer ke Jeep Anda di Tumpang untuk keberangkatan ke Penanjakan (Titik pandang dengan ketinggian pada 2700m) perjalanan 2jam.
    • Pendakian dan wisata ke kawah aktif Bromo 1jam perjalanan (jika Anda memakai jasa guide: + 3 hingga 6 jam hiking dari keramaian di kawah Bromo)

Wisata ke Bromo dari Surabaya

Harga dan Itinerari Surabaya – Bromo – Surabaya

  • Durasi : 1 hari
  • Harga: IDR 2.000.000 (untuk maks 5 orang)
    • Termasuk: mobil ber-AC dengan sopir + makanan ringan, serta jip dan sopirnya
    • Tidak Termasuk: Tiket Taman Nasional (IDR 230.000 / orang pada hari kerja dan IDR 330.000 / orang pada akhir pekan dan hari libur). Makanan dan minuman Anda.
  • Harga dengan menggunakan guide: IDR 2.700.000
    • Tur dengan pemandu ini adalah untuk mereka yang ingin mendaki dari 3 hingga 6 jam di kaldera Tengger – Bromo. (Tidak cocok untuk anak di bawah 6 tahun dan siapa pun yang mengalami vertigo)
  • Itinerari :
    • Penjemputan di hotel anda di Surabaya pada tengah malam (kurang lebih 3 jam perjalanan)
    • Transfer ke Jeep Anda untuk keberangkatan ke Penanjakan (titik pandang pada ketinggian 2700m) kurang dari 1 jam perjalanan.
    • Pendakian dan melihat kawah aktif Bromo 1jam perjalanan pulang pergi (jika Anda menggunakan jasa guide untuk mengelilingi kawah bromo: + 3 hingga 6 jam hiking dari pusat keramaian)
    • Kembali ke Surabaya

Harga dan Itinerari Surabaya – Bromo – Probolinggo

  • Durasi : 1 hari
  • Harga: IDR 1.700.000 (untuk maksimal 5 orang)
    • Termasuk: mobil ber-AC dengan sopir + makanan ringan, serta jip dan sopirnya
    • Tidak Termasuk: Tiket Taman Nasional (IDR 230.000 / orang pada hari kerja dan IDR 330.000 / orang pada akhir pekan dan hari libur). Makanan dan minuman Anda.
  • Harga dengan menggunakan guide : IDR 2.400.000
    • Tur dengan pemandu ini adalah untuk mereka yang ingin mendaki dari 3 hingga 6 jam di kaldera Tengger – Bromo. (Tidak cocok untuk anak di bawah 6 tahun dan siapa pun yang mengalami vertigo)
  • Rute ini sama dengan Surabaya – Bromo – Surabaya kecuali titik pengantaran anda akan diantar ke stasiun kereta di Probolinggo.

Go Volcano Tours yang bisa disertakan Gunung Semeru

Surabaya / Malang – Bromo – Kawah Ijen – Banyuwangi/Bali mulai dari IDR 3.500.000 dengan durasi 4-5 hari. Tingkat Kesulitan : 4/5

Paket Wisata Go Volcano di Jawa Timur

Permintaan Khusus untuk Acara di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Untuk semua pertanyaan tentang kegiatan yang ingin Anda adakan di Kaldera Tengger dan Bromo (misalnya Pemotretan TV, balapan, Trail Running dan semua permintaan tidak biasa lainnya) jangan ragu untuk menghubungi kami! kegiatan yang sudah kami laksanakan: Shooting film Indonesia 5 CM pada 2012 ; Les Volcans de L’extreme, sebuah ultra trail di 7 puncak Jawa Timur pada 2011, 2012, 2013 dan 2014 ; shooting acara travel untuk salah satu televisi Perancis pada 2016 ; dan hal-hal lainnya telah diorganisir untuk tahun 2018 ini. Kami akan memberi informasi kepada Anda sebaik mungkin dan kami akan menghubungi pihak berwenang di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk melakukan perijinan.


Gunung Bromo


  • Ketinggian : 2329 mdpl
  • Diameter bibir kawah : 480 m
  • Diameter dasar kawah : 230 m
  • Kedalaman kawah : 247 m

Terletak di wilayah yang sama dengan Semeru, Kaldera Tengger terbentuk 265.000 tahun yang lalu setelah letusan gunung berapi raksasa yang mengosongkan sebagian kantong magma. Hal ini diikuti oleh runtuhan besar yang melahirkan kaldera Tengger dengan Panjang 11 kilometer dan lebar 8 kilometer. Kenaikan tekanan di dalam dapur magma selama berabad-abad telah mematahkan dasarnya dan melahirkan gunung berapi, yaitu : Widodaren, Kursi, Batok, dan Bromo. Semua gunung-gunung ini terletak di dalam satu kaldera besar ini.

Legenda Bromo

Bromo diambil dari nama dewa Brahma, dewa penciptaan yang juga dewa api dan gunung berapi dalam agama Hindu. Legenda mengatakan bahwa suatu hari seorang pangeran (Joko Seger) , yang istrinya (bernama Roro Anteng) tidak dapat memiliki anak, meminta Brahma untuk memberinya rahmat berupa anak. Pada akhirnya doa ini dikabulkan dengan syarat ia mengorbankan anaknya yang terakhir. Tapi anak ini (Raden Kusuma)sangat rupawan, sangat pintar sehingga pangeran melupakan janjinya. Kemudian Brahma melepaskan letusan mengerikan yang memusnahkan semua kehidupan di sekitarnya. Karena peristiwa ini, setiap tahun, orang-orang Tengger dan orang-orang Hindu lainnya datang pada malam bulan purnama di bulan terkahir menurut kalender suku Tengger. Mereka melakukan upacara dan memberikan persembahan yang tak terhitung jumlahnya di kawah Bromo. Upacara inilah yang disebut Upacara Kasodo.


Bromo dan Erupsinya


Sejak 1804, telah tercatat 60 letusan Gunung Bromo (siklus antara dua letusan mulai dari 1 hingga 12 tahun). Meskipun banyak kenaikan aktifitas vulkanik, Bromo tidak menghadirkan bahaya yang besar bagi orang-orang di sekitarnya karena kalderanya tidak berpenghuni.

Letusan Gunung Bromo biasanya ditandai oleh ledakan vertikal dengan proyeksi abu dan batu pijar pada ketinggian 2000 atau 3000 meter (aktivitas Strombolian). Letusan terakhir terjadi pada 1980, 1983-84, 1995, 2000-01, 2004, 2010-11 dan 2015. Antara periode erupsi, Bromo memiliki aktivitas fumarol yang signifikan (awan piroklastik, campuran uap air dan sulfur SO2, hingga ke ketinggian 400 m).

Seismograf dan stasiun pemantauan gunung berapi dipasang di desa Cemerolawang-Ngadisari. Beberapa seismometer dan alat pantau aktivitas gunung api juga dipasang di kawasan kaldera Tengger.

Selama letusan dari November 2000 hingga Januari 2001, semburan abu naik hingga lebih dari 700m, dan mengendap dengan ketebalan 1 hingga 3 cm dalam radius 40 km. Sejumlah ledakan dan lontaran batu (batu dengan berat beberapa puluh kilogram hingga beberapa ton masih berpijar) hingga lautan pasir.


Tinggalkan Balasan