Selain merupakan gunung berapi yang unik, Gunung Raung (3344 mdpl), adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Jawa yang terletak di ujung timur Jawa, tidak jauh dari Kawah Ijen (2 gunung berapi ini merupakan bagian dari kompleks vulkanik yang sama dan kaldera yang sama). Raung adalah salah satu gunung berapi yang paling jarang didaki di Indonesia.

Tapi, bagaimana cara mendaki Raung? Mulai dari mana? Bagaimana cara pergi ke Raung? Kapan waktu terbaik pergi? Berapa biaya untuk mendaki Raung? Di mana menemukan pemandu dan porter? Di mana menemukan peralatan pendakian? Apa kesalahan yang harus dihindari?

Bagaimana pendakiannya? Apa saja prosedurnya?

Informasi yang lengkap tentang pendakian Gunung Raung sulit ditemukan! Hal ini karena belum banyak yang melakukan pendakian ke Gunung Raung.

Tujuan artikel ini adalah untuk memberi Anda semua informasi yang diperlukan untuk mendaki Raung dan kesalahan yang harus anda hindari.

Kemudian, bagi anda yang tidak ingin pusing dan repot dan ingin mendelegasikan ke Go Volcano untuk mengorganisir perjalanan pendakian anda, anda akan menemukan program dan harga yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Akhirnya, untuk anda yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, di akhir artikel kita akan berbicara tentang gunung berapi Raung, serta letusannya dan aktivitas vulkaniknya.

Kaldera Raung

9 Hal Yang Harus Anda Tahu Sebelum Mendaki Gunung Raung


Bagaimana cara pergi ke Gunung Raung?

Untuk menuju Gunung Raung, ada 2 rute pendakian (kami membicarakannya lebih terinci di bawah). Jadi, ada jalan utara (mendaki ke bibir kawah) melalui Desa Sumberwringin dan rute selatan (ke puncak sejati) melalui Desa Kalibaru.

Sumberwringin dapat diakses melalui kota Bondowoso.

Kalibaru terletak di antara kota Jember dan Banyuwangi.

Bagaimana cara menuju Desa Sumberwringin?

Untuk menuju Sumberwringin, pergilah ke Bondowoso, melalui Desa Wonosari untuk menuju ke Sumberwringin.

Bagaimana cara menuju Desa Kalibaru?

Dengan Pesawat : Bandara terdekat adalah Banyuwangi dan Jember (keduanya sekitar 90 menit dari Kalibaru).

Ada penerbangan langsung dari Kuala Lumpur, Jakarta, dan Surabaya ke Bandara Banyuwangi dan penerbangan langsung dari Surabaya ke Bandara Jember.

Dengan Kereta :Kalibaru juga dapat diakses dengan mudah dengan kereta bertrayek Surabaya-Banyuwangi atau Malang-Banyuwangi. Anda hanya harus turun di stasiun Kalibaru.

Kapan waktu terbaik untuk pergi ke Raung?

Kegiatan pendakian di Gunung Raung dibuka hampir sepanjang tahun kecuali ketika ada kejadian alam seperti erupsi, kebakaran hutan, atau operasi SAR.

Berapa biaya masuknya?

Untuk wisatawan lokal sebesar Rp. 35.000/orang

Untuk wisatawan manca sebesar Rp. 70.000/orang

Dimana saya bisa menginap?

Banyak pilihan hotel yang sesuai dengan kebutuhan anda di Kota Bondowoso, tetapi akan sangat sedikit sekali variasi penginapan di Desa Sumberwringin.

Kalibaru memiliki lebih banyak variasi penginapan apabila anda memilih untuk mendaki lewat jalur selatan.

Mendaki Raung, Dengan atau Tanpa Guide?

Tidak akan ada yang memaksa anda untuk menggunakan jasa guide/pemandu, tapi hal ini sangat direkomendasikan! Gunung Raung sendiri adalah tipikal gunung yang jarang dikunjungi pendaki. Jalur selatan memerlukan teknik pendakian yang lebih kompleks karena anda harus menggunakan peralatan pengaman untuk melakukan traverse di puncak tebing. Jalur utara lebih mudah untuk didaki, tapi kemungkinan anda tersesat di kebun kopi sangatlah besar. Jadi penggunaan guide atau pemandu sangat disarankan ketika anda belum pernah mendaki di sini.

Dimana saya bisa menemukan Guide dan Porter?

Porter dan guide dapat ditemukan di Sumberwringin atau Kalibaru. Itu semua bergantung pada berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk mempersiapkan perjalanan dan menegosiasikan harga. Tetapi disarankan untuk mencarinya terlebih dahulu sebelum memulai pendakian untuk setidaknya memiliki guide yang berpengalaman.

Dimana saya bisa mendapatkan peralatan pendakian?

Cukup sulit untuk mendapatkan peralatan pendakian di area ini karena gunung ini sedikit keluar dari jalur pendakian populer. Apalagi kebutuhan peralatan yang sedikit lebih teknis ketika anda mendaki melalui jalur selatan seperti tali karmantel, karabiner, helm, harnes, dll

5 Kesalahan yang Harus Anda Hindari Sebelum Pendakian Raung

  1. Tidak membawa cukup air untuk masak dan minum. Perlu diketahui bahwa disini tidak ada sumber air.
  2. Pergi mendaki Raung tanpa guide dan tanpa peralatan yang memadai.
  3. Pergi terlalu dekat dengan tebing. Tanah dan batuan disini kurang stabil dan terus bergerak akibat aktifitas vulkanik.
  4. Tidak merencanakan transportasi dari Kalibaru menuju ke titik dimulainya pendakian.
  5. Mendaki tanpa persiapan dan informasi yang cukup.

Apa yang Bisa Dilakukan di Sekitar Bondowoso dan Banyuwangi?

  • Kawah Ijen
  • Taman Nasional Meru Betiri dan Pantai Sukamade ( tempat penyu bertelur)
  • Taman Nasional Alas Purwo

Pendakian Gunung Raung


Gunung Raung

Dengan diameter lebih dari 2 kilometer, kawah Raung menjadi kawah terbesar di Jawa!

Raung meletus pada 2015 (lihat di bawah untuk video letusan Raung), yang memaksa pihak berwenang untuk menutup 2 dari 3 bandara utama di Indonesia (Surabaya dan Denpasar).

Ada dua jalur utama menuju Gunung Raung. Rute paling populer adalah jalur Utara yang bermula dari desa Sumberwringin. Perjalanan ini dapat diselesaikan dalam 2 hari.

Namun, bagi mereka yang ingin mencapai titik tertinggi dari Gunung Raung, Puncak Sejati, mereka harus pergi dari selatan melalui Kalibaru dan siap untuk menghabiskan minimal 3 hari 2 malam di gunung dan bersiap untuk pendakian yang lebih teknikal.

Perlu diketahui juga bahwa 2 jalur ini dipisahkan oleh kawah Raung, jadi mustahil bagi 2 jalur ini untuk bertemu di satu titik pendakian. Anda tidak akan bisa melakukan pendakian dari selatan lalu turun di sebelah utara, atau sebaliknya.

Pendakian Gunung Raung menuju ke Puncak Sejati via Kalibaru

Pendakian Gunung Raung menuju Puncak Sejati dapat dicapai dengan durasi minimal 3 hari via Kalibaru

Hari Pertama

Anda akan meninggalkan Kalibaru untuk menuju ke Wonorejo (570 m) dengan ojek sepeda motor (sekitar 20 menit). Di sini Anda akan menemukan pos pendaftaran. Kemudian Anda akan melanjutkan selama 30 menit di medan yang sulit dan berlumpur (perhatikan bahwa Anda mungkin perlu mengganti ojek untuk menuju pos 1).

Pos 1 (900 m) adalah tempat sebagian besar pejalan kaki memulai pendakian mereka. (Jika Anda memulai pendakian dari Wonorejo, Anda mungkin perlu lebih dari 3 hari untuk menyelesaikan pendakian). Dari sini, puncak Raung berada 10 km jika kita tarik garis lurus.

Awal pendakian akan mudah dan menyenangkan. Anda akan berada di hutan yang dikelilingi oleh satwa liar setempat.

Anda seharusnya mencapai Pos 2 (1450m) dalam waktu kurang dari dua jam. Kemudian Pos 3 (1640m) dalam 30 menit dan Pos 4 (1815m) dalam 45 menit.

Pos 5 (2.050 m) dapat anda capai setelah 45 menit berjalan dan Pos 6 (2220 m) 45 menit, yang berada dekat dengan peralatan seismologis.

Akhirnya, Anda akan mencapai Pos 7 (2555m) tempat Anda akan menghabiskan 2 malam. Dari awal Trek sejauh ini, Anda harus menghabiskan waktu 6 atau 7 jam, termasuk istirahat. Di pos 7 anda akan disajikan pemandangan Argopuro dan Semeru yang luar biasa dan ruang yang cukup untuk setidaknya 10 tenda.

Hari Kedua : Summit Attack

Anda akan mulai pendakian pukul 4 pagi untuk menuju puncak.

Setelah satu jam lebih, anda akan mencapai Pos 8 (2870m). Butuh 45 menit hingga satu jam lagi untuk mencapai Pos 9 (3070m) yang merupakan tempat perkemahan terakhir. Jalur setapak masih dikelilingi hutan, tetapi ada banyak celah di pepohonan untuk melihat ke barat ke arah Argopuro dan ke timur ke Gunung Agung di Bali. Anda juga akan melihat kemegahan salah satu puncak di tepi Kawah Raung di sebelah kanan jalur – ini adalah Puncak Glenmore (3.227 m) yang berjarak 1 km di timur Puncak Sejati.

Akhirnya, setelah sekitar 2 jam dari Pos 7, Anda akan sampai di batas vegetasi (3 115 m). Lima menit lagi dan Anda akan berada di Puncak Bendera (3140m) yang memiliki bendera Indonesia dan menawarkan panorama pegunungan yang menakjubkan dan desa-desa yang jauh di bawah. Dari sini anda juga dapat melihat sekilas bagian-bagian yang menantang dari jalur menuju Puncak Sejati. Dan di sini Anda mulai bertanya pada diri sendiri, apakah ini mungkin atau tidak mungkin untuk dilakukan? Tentunya jangan lupa; kaitkan tali helm anda.

Dari Puncak Bendera, dibutuhkan sekitar 3 jam untuk mencapai Puncak Sejati dan merupakan salah satu jalur paling menantang di Indonesia. Ada punggungan yang sangat sempit untuk menyeberang dengan tebing curam di setiap sisi dan lumut licin menutupi bagian tersebut! Terdapat bagian jalur yang sempit, hampir vertikal, yang membutuhkan tali, helm, ketenangan, dan kepercayaan diri!

Setelah melintasi yang pertama dari punggungan sempit, Anda akan perlu menggunakan tali untuk melintasi batuan sempit, yang mungkin merupakan bagian tersulit dari pendakian ini.

Landmark utama berikutnya adalah Puncak 17 (3.173 m), puncak piramida yang menakjubkan. Di sisi lain, Anda akan membutuhkan tali untuk turun sekitar 20 meter.

Setelah Puncak 17, Anda akan memiliki punggungan sempit lain untuk menyeberang dengan turunan curam di setiap sisi. Kemudian ada dua bagian yang sangat pendek di mana tali sangat berguna disini.

Sekarang Anda berada di hamparan batu besar terjal dengan jurang. Di atas Anda akan melihat lempengan batu vertikal. Ini target berikutnya, disebut Puncak Tusuk Gigi (3,315m). Secara teknis tidak menuntut pengguunaan tali, tetapi seperti Merapi dan Semeru, Anda harus berhati-hati untuk tidak terkena jatuhan batu dari lereng.

Tepat sebelum Anda mencapai Tusuk Gigi, Anda harus berjalan di celah-celah batu dengan sangat berhati-hati. Anda hanya berjarak 5 menit dari Puncak Sejati di mana panoramanya yang paling mengesankan. Lebih jauh ke timur Anda akan melihat Puncak Glenmore dan di kejauhan Ijen-Merapi dan Baluran. Di sebelah utara adalah jalur bergerigi Gunung Ringgit kecil dan di sebelah barat Argopuro dan Semeru.

Diperlukan sekitar 2 jam dan 30 menit untuk kembali ke Puncak Bendera yang relatif aman dan kurang dari 2 jam untuk kembali ke Pos 7.

Jaminan Adrenalin anda akan berpacu disini!

Hari Ketiga

Kembali ke Pos 1 akan memerlukan waktu anda sekitar 6 jam. Dari Pos 1 anda akan menunggu ojek untuk kembali ke Kalibaru (sekitar 1 jam kemudian).

Setelah itu, Anda dapat merayakan salah satu perjalanan paling sulit dan menantang di Indonesia.

Pendakian Gunung Raung Via Sumber Wringin

Dari titik awal perjalanan, Anda dapat mencapai kawah dalam waktu 7 jam lebih sedikit. dan perjalanan turun bisa ditempuh dalam 5 jam.

Dari Sumberwringin (729m) Anda akan naik ojek sekitar 40 menit untuk mencapai titik awal di hutan pinus (1,206 m). Ada banyak persimpangan di jalan dekat keberangkatan dan di kebun kopi , jadi guide akan sangat diperlukan!

Ini adalah rute hiking yang panjang dan mudah. Jalurnya bagus dan mendaki perlahan-lahan melalui vegetasi liar dan hutan pinus yang tersebar.

Jauh di sebelah kanan (barat) Anda seharusnya bisa melihat gunung besar Argopuro menyembul di atas awan. Di sebelah kiri (timur) ada sebuah gunung kecil bernama Gunung Suket, puncak yang indah dan terstruktur dengan baik, yang terletak beberapa kilometer dari Raung. Ada beberapa tempat untuk berkemah di sekitar jalan setapak, tetapi tidak ada yang cukup besar untuk lebih dari 5 tenda. Dua tempat camping yang terbaik berada di ketinggian 2.337 m (tidak ada pemandangan tetapi lebih hangat) dan 2.807 m (lebih dingin tapi sangat indah ketika matahari terbenam di sisi Argopuro). Yang terakhir hanya 15 menit dari garis pohon dan akan ideal bagi mereka yang ingin memanjat ke kawah saat matahari terbit.

Di batas hutan, ada monumen peringatan kecil. Dari sini, kawah berjarak sekitar satu jam dengan mendaki di batuan vulkanik yang curam dan telanjang. Di sebelah kiri Anda, di antara sisi Suket dan Raung, Anda bisa melihat Ijen-Merapi membentang indah melewati awan dan Gunung Baluran yang lebih kecil di antaranya.

Akhirnya, Anda akan mencapai tepi kawah (3.180 m) dan Anda akan dihadiahi oleh pemandangan menakjubkan dari tebing vertikal kawah. Kaldera sangat besar dan di tengahnya ada kawah berdiameter sekitar 400 meter, yang terkadang memuntahkan gas dan batu. Titik tertinggi yang sebenarnya dari Raung dapat dilihat di sisi lain kawah, ke kanan (barat). Secara praktis tidak mungkin untuk mencapai puncak dari sisi ini, tetapi Anda akan memiliki salah satu panorama yang paling indah di Pulau Jawa.


Pendakian Gunung Raung Bersama Go-Volcano


Gambaran perjalanan

  • Kawah Gunung Raung, salah satu kawah terbesar di Pulau Jawa
  • Tidak terlalu banyak wisatawan
  • Gunung berapi yang sangat aktif

Pendakian Gunung Raung Jalur Utara 2 hari 1 malam

  • Durasi : 2 hari 1 malam
  • Harga : mulai dari Rp 2.650.000 / orang
  • Level : 3/5

Detil Progam Pendakian Gunung Raung melalui sisi Utara 2 hari 1 malam

Pilihan pertama : Penjemputan dari Banyuwangi menuju ke Bondowoso

Anda akan dijemput oleh guide anda di area sekitar Banyuwangi untuk kemudian berangkat menuju ke Bondowoso ( sekitar 3 jam perjalanan). Anda akan beristirahat dan makan malam di Bondowoso

Akomodasi : Hotel (twin atau double)
Meals included : Makan Malam

Pilihan kedua : Penjemputan dari Surabaya – menuju Bondowoso

Anda akan dijemput oleh guide anda di Bandara Juanda atau di area sekitarnya untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kota Bondowoso (kurang lebih 7 jam perjalanan)


Hari Pertama : Bondowoso – Pondok Motor (1182m) – Pondok Angin (2806m)

Berangkat setelah sarapan dari hotel anda menuju Sumber Wringin kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pondok Motor (1182 mdpl) sekitar 1,5 jam. Dari sini, perjalanan akan dimulai. Anda akan berjalan ke Pondok Sumur selama sekitar 3 jam, di mana Anda akan makan siang. Kemudian Anda akan melanjutkan mendaki ke kamp Pondok Angin (2806 mdpl) selama 3,5 jam. Anda akan berkemah dan makan malam di Pondok Angin Campground.

Akomodasi : Tenda ( 1 tenda untuk 2 orang)
Meals included : Sarapan, Makan Siang, Makan Malam

Hari Kedua : Pondok Angin (2806m) – Top of Raung (3344m) – Sumber wringin Bondowoso

Anda akan berangkat dari campground Pondok Angin pukul 4.30 pagi ke puncak Raung (40 menit berjalan kaki). Anda akan melihat matahari terbit yang indah dari puncak stratovolcano ini. Begitu matahari terbit, Anda akan melihat kawah Gunung Raung yang megah. Anda kemudian akan kembali ke perkemahan untuk sarapan. Anda akan kembali ke Pondok motor, tempat ojek/mobil akan menunggu Anda. Makan siang di Sumber wringin. Kembali ke Banyuwangi, yang akan memakan waktu sekitar 4 jam. Akhir dari perjalanan.

akomodasi : –
Meals included : Sarapan dan Makan siang

Pilihan kedua : anda akan kembali menuju Surabaya yang akan menempuh waktu sekitar 7-8 jam perjalanan

Daftar Harga untuk pendakian Gunung Raung Jalur Utara

  • Untuk 7 orang atau lebih : Rp 2.650.000/pax
  • untuk 6 orang : Rp 2.800.000/pax
  • untuk 5 orang : Rp 2.900.000/pax
  • untuk 4 orang : Rp 3.100.000/pax
  • untuk 3 orang : Rp 3.500.000/pax
  • untuk 2 orang : Rp 4.200.000/pax

Pendakian Gunung Raung Jalur Selatan 3 hari 2 malam

  • Durasi : 3 hari 2 malam
  • Harga : mulai dari IDR 3.750.000/pax
  • Level : 4/5
  • Pendakian Tehnikal

Detil Program dan Itinerari Raung Jalur Selatan

Hari pertama : Kalibaru – Pos 7

Berangkat setelah sarapan dari Kalibaru menuju pos 1 menggunakan ojek. Memulai pendakian dari Pos 1, makan siang di pos 3/ pos 4. Tiba di Pos 7, makan malam dan istirahat.

Akomodasi : Tenda (1 tenda untuk 2 orang)
Meals Included : Sarapan, makan siang, dan makan malam

Hari Kedua : Pos 7 – Puncak Sejati – Pos 7

Anda akan memulai perjalanan menuju ke Puncak Sejati pada pukul 4 pagi. Anda akan disuguhkan dengan kemegahan kawah Gunung Raung. Kemudian anda akan kembali menuju ke Pos 7 untuk beristirahat.

Akomodasi : Tenda (1 tenda untuk 2 orang)
Meals Included : Sarapan, makan siang, dan makan malam

Hari Ketiga : Pos 7 – Kalibaru

Anda akan memulai perjalanan anda kembali ke Kalibaru setelah sarapan pagi

Akomodasi : –
Meals included : Sarapan dan makan siang

Daftar Harga untuk pendakian Gunung Raung Jalur Selatan

Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan kepada kami dan mengajukan permintaan estimasi dengan opsi yang dipilih berikut jadwal perjalanan dengan menghubungi kami.

  • Untuk 7 orang atau lebih : Rp 3.550.000/pax
  • Untuk 6 orang : Rp 3.750.000/pax
  • Untuk 5 orang : Rp 3.900.000/pax
  • Untuk 4 orang : Rp 4.200.000/pax
  • Untuk 3 orang : Rp 4.600.000/pax
  • Untuk 2 orang : Rp 5.600.000/pax

Fasilitas

Termasuk

  1. Pelayanan oleh English Speaking Guide yang berpengalaman dari Go-Volcano sepanjang perjalanan.
  2. Guide lokal yang berpengalaman beserta porter untuk peralatan pendakian.
  3. Tiket Masuk
  4. Makan berdasarkan jadwal yang tertera
  5. Air mineral, makanan ringan, dan buah sepanjang perjalanan pendakian.
  6. Peralatan pendakian (1 tenda untuk 2 orang, matras tiup, bantal tiup, sleeping bag, meja kursi, tenda toilet)

Tidak Termasuk

  1. Hotel
  2. Transport menuju Bondowoso dan Kalibaru ( penjemputan dari Banyuwangi menuju Kalibaru atau Sumberwringin IDR 750.000 sekali jalan)
  3. Tips dan pengeluaran pribadi
  4. Tiket Pesawat
  5. Asuransi perjalanan
  6. Hal-hal yang tidak disebutkan dalam fasilitas “termasuk”

Gunung Raung


Raung adalah gunung berapi unik karena memiliki kawah terbesar di Jawa! Kalderanya sangat besar, dengan diameter 2 km dan kedalaman 500 m. Hanya Tambora yang lebih mengesankan dari sudut pandang ini dengan diameter 6 km dan dalam 1110 m. Raung terletak di kompleks gunung berapi yang berdiri di sepanjang garis dari Timur Laut ke Barat Daya, yang juga terdiri atas stratovolcano Gunung Suket dan Gunung Gadung yang masing-masing terletak di timur laut dan barat. Runtuhnya gunung api Raung telah menghasilkan longsoran puing terbesar yang dikenal di Indonesia. Deposit longsor pertama kali diketemukan oleh Neumann van Padang (1939), yang menggambarkan deposit besar yang membentang 60 km dari sumber Gunung Gadung.


Gunung Raung dan Erupsinya


Gunung Gadung bertanggung jawab atas keruntuhan besar sayap barat Raung yang mencapai Samudra Hindia, setelah melaju melewati 79 kilometer.

Semua letusan Gunung Raung bersifat eksplosif dengan indeks ledakan vulkanik dari 1 hingga 2, kadang-kadang hingga 5, dan terjadi di kaldera di puncak gunung berapi. Letusan pertama yang dilaporkan oleh orang Eropa terjadi pada tahun 1586 dan 67 diikuti sampai yang terakhir pada tahun 2015. Gunung berapi yang dahsyat ini menjadikan Raung salah satu gunung berapi paling aktif di Pulau Jawa.

Letusannya biasanya menghasilkan emisi satu atau lebih gumpalan abu vulkanik dari kaldera puncak tetapi letusan 1586, 1593, 1597, 1638, 1730, 1817 dan 1838, lebih kuat karena melibatkan danau kawah tua yang menyebabkan freatomatik, menyebabkan kerusakan material dan kematian karena produksi batu-batu besar yang dimuntahkan lewat letusan dan juga oleh pembentukan lahar.


Tinggalkan Balasan