Letusan Gunungapi Sinabung 15 April 2018 pukul 08:27 WIB

Visual

Tanggal 15/04/2018 pukul 08:27 WIB terjadi erupsi gunungapi sinabung dengan tinggi kolom abu 1000 meter, angin lemah-sedang ke arah barat-barat laut. Erupsi susulan masih berlangsung hingga pukul 10:03 WIB. Terjadi 13 kali erupsi susulan dengan tinggi kolom asap cenderung menurun. Hingga saat ini belum teramati adanya awan panas yg menyertai erupsi ini.

Seismik

Dari pemantauan seismik, gempa letusan terekam mulai pukul 08:27 WIB dengan amplitudo maksimum 46 mm selama 602 detik, dan hingga saat ini letusan masih berlangsung dengan amplitudo maksimum mengecil hingga 20 mm.

Potensi Ancaman

  • Erupsi bersifat eksplosif masih berpotensi terjadi.
  • Ancaman hujan abu lebat dapat mencapai > 3 km dan tergantung arah dan kuatnya angin.
  • Awan panas letusan berpotensi mengancam sektor Selatan-Tenggara sejauh 7 km dan sektor Tenggara-Timur sejauh 6 km.
  • Aktivitas pada lubang tembusan fumarola baru di lereng Utara (Lau Kawar) masih berlangsung.

Langkah-langkah yang sudah dilaksanakan

  • Melakukan koordinasi dengan instansi terkait: Pemda Karo, BPBD Karo, Pihak Bandara Kualanamu (Vona Report)
  • Melakukan pemantauan menerus aktivitas Gunungapi Sinabung

Rekomendasi

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara G. Sinabung, yaitu yang berada di bukaan lembah yang berpotensi terlanda awan panas yang tinggal di: Pasarpinter Gurukinayan-simpang Sibintun/Perjumaan Batukejan, Jembatan Lau Benuken Tigapancur, Desa Tigapancur-Pejumaan Tigabogor, Desa Pintumbesi, dan Desa Jeraya, dan di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur G. Sinabung yang berada di bukaan lembah yang berpotensi terlanda aliran awan panas di Desa Kutatengah, serta di dalam jarak 4 km di sektor Utara – Timur di dalam KRB II yang berpotensi terkena hujan abu lebat yang tinggal di desa Kutagugung.


Letusan Gunungapi Sinabung 6 April 2018 Pukul 16:07 WIB

Visual
Teramati kolom asap letusan berwarna kelabu tebal dengan ketinggian 5000 m dari bibir kawah
Letusan ini diikuti oleh awan panas letusan yang mengarah ke arah selatan-barat dengan jarak jangkauan luncur 3500 meter, abu letusan tersebar ke arah selatan-barat

Seismik
Dari pemantauan seismik, gempa letusan terekam mulai pukul 16:07 wib dengan amplitudo maksimum 70 mm dan hingga saat ini letusan masih berlangsung dengan amplitudo maksimum mengecil hingga 50 mm.

Potensi ancaman

  • Erupsi bersifat eksplosif masih berpotensi terjadi.
  • Ancaman hujan abu lebat dapat mencapai > 3 km dan tergantung arah dan kuatnya angin.
  • Awanpanas letusan berpotensi mengancam sektor Selatan-Tenggara sejauh 7 km dan sektor Tenggara-Timur sejauh 6 km.
  • Aktivitas pada lubang tembusan fumarola baru di lereng Utara (Lau Kawar) masih berlangsung.

Langkah-langkah yang sudah dilaksanakan

  • Melakukan koordinasi dengan instansi terkait: Pemda Karo, BPBD Karo, Pihak Bandara Kualanamu (Vona Report)
  • Melakukan pemantauan menerus aktivitas Gunungapi Sinabung

Rekomendasi
Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara G. Sinabung, yaitu yang berada di bukaan lembah yang berpotensi terlanda awan panas yang tinggal di: Pasarpinter Gurukinayan-simpang Sibintun/Perjumaan Batukejan, Jembatan Lau Benuken Tigapancur, Desa Tigapancur-Pejumaan Tigabogor, Desa Pintumbesi, dan Desa Jeraya, dan di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur G. Sinabung yang berada di bukaan lembah yang berpotensi terlanda aliran awan panas di Desa Kutatengah, serta di dalam jarak 4 km di sektor Utara – Timur di dalam KRB II yang berpotensi terkena hujan abu lebat yang tinggal di desa Kutagugung.


Erupsi Gunung Sinabung Tanggal 19 Februari 2018 Pukul 08:53 wib

Peningkatan kegempaan G. Sinabung teramati sejak tanggal 17 Februari 2018, dengan terekamnya gempa Vulkanik (VA dan VB) sebanyak 17 kejadian, gempa LLow Frekuensi (LF) 17 kejadian, gempa Vulkanik Hybrid 1 kejadian, dan gempa Guguran 9 kejadian. Pada tanggal 18 Februari 2018, kegempaan semakin meningkat, terutama jenis gempa Vulkanik Dalam (VA) yang mencapai 49 kejadian dan gempa Guguran 29 kejadian. Tanggal 19 Februari 2018 hingga pukul 00-06 WIB terekam gempa Vulkanik (VA) 30 kejadian dan 19 kejadian gempa Guguran.

Pada tanggal 19 Februari 2018 pukul 08:53 WIB, terjadi erupsi eksplosif dengan tinggi kolom letusan mencapai 5000 meter dari atas puncak G. Sinabung. Mengikuti letusan ini, terjadi awan panas letusan yang diikuti oleh rentetan awan panas guguran sebanyak 10 kejadian dengan jarak luncur mencapai 4,9 km ke arah sektor selatan-tenggara dan 3,5 km ke arah timur-tenggara. Durasi awan panas guguran yang terpendek 195 detik dan yang terpanjang mencapai 792 detik. Dampak dari awan panas guguran ini terpantau masih berada dalam kawasan yang direkomendasikan dikosongkan oleh PVMBG. Sebaran abu vulkanik ke arah selatan-baratdaya. Daerah terdampak hujan abu / pasir sampai dengan pukul 12:00 WIB adalah Desa Tiganderket, Desa Selandi Lama, Desa Selandi Baru, Desa Perbaji, dan Desa Payung sampai Munte, dan sektor timur Kecamatan Kutarayat. Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa akibat erupsi G. Sinabung. Pengecekan ke lapangan untuk mengetahui dampak dari erupsi tersebut masih dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat.

Koordinasi di lapangan langsung dilakukan di Pos PGA Sinabung dengan Bupati Karo, BPBD Kab Karo, Polres Karo, perwakilan TNI, Camat Simpang Empat, Camat Tiganderket, Camat Kutarayat, Dinas Pendidikan & Kebudayan Kab Karo, serta PMI Kab. Karo.

Sumber: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM


Tinggalkan Balasan